Mengakhiri Ramadhan Bersama Anak Yatim Suriah

6 Agustus 2013

Alhamdulillah, setelah beberapa kali gagal mendatangi rumah-rumah anak-anak yatim pada hari-hari yang lalu, hari ini kami berangkat pagi-pagi menuju tiga kampung yaitu kampung Ibdita, Balyun dan Iblin, sekitar lebih dari 50 anak yatim berhasil kita jumpai dan kita serahkan bantuan dari Peduli Muslim dan Yufid kepada mereka. Untuk setiap anak yatim kita serahkan bantuan $50 USD.

Anak Suriah: Mari kita hapus kesedihan mereka.

Anak Suriah: Mari kita hapus kesedihan mereka.

 

Semoga para muhsinin yang ikut berpartisipasi dalam program ini mendapatkan apa yang Rasulullah janjikan, bahwa penyantun anak yatim bersama beliau di surga. Wallahu waliyyuttaufiq.

Catatan Relawan Suriah: Tiada Hari Tanpa Korban

6 Agustus 2013

Sejak beberapa hari ini, tim kami  mendatangi rumah-rumah anak yatim dan keluarga syuhada (insya Allah) untuk meyerahkan bantuan, tetapi beberapa kali gagal mencapai target. Kami berharap setiap harinya bisa mendatangi rumah sekitar 30-40 anak yatim.

Tujuan mendatangi rumah-rumah mereka adalah:

1) Memperhatikan masalah keamanan, karena di kota Jabal Zawiyah termasuk kota yang sering mendapat serangan bom sehingga masyarakat sangat menghindari berkumpulnya orang dalam jumlah banyak untuk menghindari jatuhnya bom di tengah-tengah mereka, karena tentara basyar sama sekali tidak memiliki rasa belas kasihan, sekolahpun mereka serang ketika anak-anak sedang belajar, sehingga sudah dua tahun ini sekolah tutup.

2) Untuk menghormati mereka.

Hari pertama ketika kami mulai bergerak, setelah mendatangi beberapa rumah anak-anak yatim, kami mendatangi salah satu rumah keluarga syahid (insya Allah) tiba-tiba bom jatuh di seberang jalan kami, satu buah bom kemudian diiringi yang kedua dan ketiga, dalam waktu yang tidak lama dan jarak yang cukup dekat, akhirnya pimpinan rombongan, Abu Sofyan Suriy memutuskan untuk kembali ke markaz. Berbahaya jalan-jalan di kota dalam keadaan seperti ini ujar beliau.

Suriah: Tiada Hari Tanpa Korban

Suriah: Tiada Hari Tanpa Korban

Hari berikutnya, kami berangkat ba’da Ashar, beberapa rumah anak-anak yatim telah kami datangi, tiba-tiba datang panggilan dari markaz utama untuk kembali ke markaz. Siaga satu! ada kekhawatiran serangan terhadap markaz, maka kamipun kembali lagi.

Hari ini kami berangkat pagi, sekitar pukul 10 pagi, kami berharap bisa mendatangi rumah-rumah mereka lebih banyak. Baru sekitar lima orang keluarga anak yatim yang kami datangi, rumah pertama anak yatim yang kita datangi terkena bom, tepat di depan rumahnya, empat orang terluka cukup parah, akhirnya kamipun kembali ke markaz.

Korban kebiadaban rezim Basyar Asad

Korban kebiadaban rezim Basyar Asad

Baru saja tiba di markaz, kami mendengar tetangga desa kami, desa Balyun mendapat serangan bom yang sangat dahsyat. Kami datangi desa Balyun dengan segera. Begitu sampai disana, sungguh suatu pemandangan yang sangat memilukan hati dan membuat air mata tak kuasa untuk ditahan. Wallahi ya ikhwah, pemandangan yang sangat menyayat hati, bangunan roboh, hancur berantakan, kaum wanita menangisi keluarga mereka yang menjadi korban, orang-orang masih terus mencari korban diantara reruntuhan bangunan, korban meninggal diletakkan di masjid dalam keadaan tubuh mereka hancur! korban luka-luka terus bertambah, masyarakat terus melaknati Basyar Asad dan tentaranya. Berita terakhir yang kami terima, 25 orang meninggal dan lebih dari 20 orang terluka parah. Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un!

Catatan Relawan Suriah: Hari ini Anda Berbuka dengan Apa?

5 Agustus 2013

Setiap diantara kita pasti akan merasa bersuka cita ketika mendengar suara adzan magrib tanda waktu berbuka dan masuknya waktu sholat magrib. Berbagai macam masakan dan minuman ada di hadapan kita, tinggal kita pilih apa yang menjadi kesukaan kita. Inilah kegembiraan kita, kaum muslimin yang berpuasa ketika menyambut waktu berbukanya. Kegembiraan inilah yang dikabarkan baginda Nabi yang mulia kepada kita, kegembiraan bagi orang yang berpuasa ketika menjumpai waktu berbukanya.

Bangunan rumah yang terkena hantaman bom barmil

Bangunan rumah yang terkena hantaman bom barmil

Tapi tidak bagi saudara-saudara kita di Suriah…

Di desa Balyun, kota Jabal Zawiyah, provinsi Idlib, sebuah keluarga, suami, istri, anak-anak dan sanak saudara yang lain yang berjumlah 12 orang, ketika mereka duduk-duduk di ruang tengah rumah mereka untuk menunggu waktu berbuka. Tiba-tiba datang helikopter tentara rezim Basyar Asad dengan membawa bom barmil, kemudian menjatuhkannya di tengah-tengah mereka. Bummmm!

Terdengar ledakan keras, rumah mereka bergetar hebat, debu beterbangan dimana-mana, potongan tubuh terlempar kesana kemari, ruang tengah rumah tersebut bersimbah darah. Tidak ada satu nyawa-pun yang tersisa hidup di ruang itu, hanya dalam hitungan detik! Inna lillahi wa inna ilahi roji’un.

Potongan kaki anak kecil korban bom barmil

Potongan kaki anak kecil korban bom barmil

Kata “BARMIL” adalah kata yang sangat ditakuti oleh sebagian besar kaum muslimin Suriah, karena maknanya adalah bom yang berbentuk tong, beratnya sekitar 150-250 kg. Apabila dijatuhkan dari jarak 4-6 km maka kekuatannya berubah menjadi berton-ton dan akan menghancurkan apa saja yang ada di bawahnya.

Penampakan bom barmil

Penampakan bom barmil

Tim Relawan Kemanusiaan untuk Suriah Membagikan Bantuan Logistik

2 Agustus 2013

Di akhir ramadhan ini, tim Kemanusiaan Peduli Muslim, Yufid TV dan Radio/Rodja TV, kembali menyiapkan bantuan logistik kepada sekitar 500 penduduk propinsi Idlib. Penduduk Idlib termasuk diantara wilayah yang paling sering mendapat serangan dari tentara rezim syiah Basyar Asad.

Tiada hari tanpa serangan bom dan tiada hari tanpa jatuh korban, karena Propinsi ini termasuk diantara propinsi yang telah banyak wilayahnya dibebaskan oleh pejuang Suriah sehingga tentara rezim syiah Basyar Asad selalu menjadikannya sasaran serangan baik dari darat ataupun dari udara.

Banyak sekali di antara penduduknya sekarang merupakan migrasi dari daerah-daerah yang masih dikuasai rezim syiah. Mereka berasal dari penduduk Damaskus, Hama dan lainnya. Mereka menempati rumah-rumah kosong dan madrasah yang sudah tidak ada muridnya, sehingga sangat membutuhkan bantuan logistik untuk menyambung hidup mereka, apalagi di akhir bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, hidup mereka tergantung kepada Allah kemudian kepada bantuan muhsinin (donatur), karena mereka tidak bisa bekerja ataupun bertani.

Satu gudang sembako yang siap dibagikan untuk rakyat Suriah

Satu gudang sembako yang siap dibagikan untuk rakyat Suriah

Setelah mendapatkan bantuan, mereka hanya bisa mendoakan kepada para muhsinin Indonesia dengan keberkahan, keselamatan dan balasan yang berlipat ganda atas bantuannya, Allahumma amiin.

Diantara isi keranjang logistik untuk rakyat Suriah

Diantara isi keranjang logistik untuk rakyat Suriah

 

 

Salah satu sudung gudang yang berisikan bantuan logistik untuk rakyat Suriah

Salah satu sudung gudang yang berisikan bantuan logistik untuk rakyat Suriah

 

 

Keceriaan rakyat Suriah ketika menerima bantuan

Keceriaan rakyat Suriah ketika menerima bantuan

 

Studio Yufid.TV Dibobol Maling!

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Alhamdulillah ‘ala kulli haal,

Segala puji bagi Allah Dzat Yang mengatur alam semesta. Segala puji bagi Allah pada keadaan apapun yang dialami hamba-Nya.

Jumat, 2 Agustus 2013, pada saat sholat jum’at (antara jam 12.00 – 12.30), studio yufid.tv dibobol maling. Semua kamera yufid tv pusat Jogja, raib dibawa. Yang tersisa hanya satu, kamera Canon Legria yang saat itu sedang dibawa oleh salah satu kru.

Kaca studio yufid.tv dipecah oleh maling

Kaca studio yufid.tv dipecah oleh maling

Kondisi studio yufid.tv yang diacak maling

Kondisi studio yufid.tv yang diacak maling

 

Kami sudah melaporkan ke Polsek Mlati Sleman, dan telah ada tim penyidik telah mendatangi TKP dan mengambil data untuk tindak lanjut berikutnya.

Berikut rincian kamera yang hilang, beserta prakiraan kerugian:

1. Canon Cinema Camera C100 EF – Serial number: 21613510100220
2. Camera Canon EOS 60D
3. Canon Lens EF 70-200 f.4 Serial number: 2100319997
4. Canon Lens EF 24-105 f.4 Serial number: 21011005692
5. Canon Legria HFG10 Serial number: 21463250000104
6. Canon HV30
7. Canon Legria HFR37
8. Sony DCR – SX60E
9. Canon Lensa Kit 18-55

TOTAL KERUGIAN: Lebih dari Rp 110 JUTA

Setelah musibah ini, tim yufid.tv belum bisa mengambil gambar video.

DONASI YUFID.TV

Melalui informasi ini, kami membuka kesempatan donasi bagi seluruh kaum muslimin, untuk pengadaan kamera yufid.tv.

1. Rekening BCA
No. Rekening: 4564807232
Atas Nama: Hendri Syahrial, SE

2. Rekening Bank Mandiri
No Rekening: 1370006372474
Atas Nama: Hendri Syahrial

3. Bank BNI
Nama: Hendri Syahrial
No Rekening: 0293860017

4. Bank Syariah Mandiri
Nama: Hendri Syahrial
No Rekening: 7051601496

Konfirmasi ke email: [email protected]

Demikian informasi ini kami sampaikan. Semoga Allah membalas kebaikan Anda.

Atas perhatiannya, kami haturkan jazaakumullah khairan.

Catatan Relawan Kemanusiaan Suriah: Kisah Ummu Iyad

Sebut saja ummu ‘Iyad, seorang ibu yang memiliki tujuh orang anak, lima anak laki-laki dan dua anak perempuan. Beliau termasuk diantara kaum muslimin Suriah yang mendapatkan bantuan kemanusiaan dari Peduli Muslim dan Yufid. Dua diantara putranya meninggal akibat kekejaman tentara Basyar Asad sekitar 2 pekan yang lalu. Terkena ledakan bom yang ditembakkan oleh tentara syiah Basyar Asad, langsung meninggal di tempat, termasuk salah satu diantara putranya yang bernama Iyad, yang baru menikah empat bulan yang lalu, meninggalkan istrinya yang sedang hamil.

Ummu Iyad, Korban Kebiadan Rezim Bashar Ashad

Ummu Iyad, Korban Kebiadan Rezim Bashar Ashad

Kisah yang sungguh memilukan, menyisakan kesedihan bagi seorang istri dan anak yang masih dalam kandungan. Cukuplah Allah sebagai penolong kita, hasbunallahu wa ni’mal wakil.

Anak-anak Yatim Suriah Berkeluh-kesah kepada Allah

Nabi kita yang mulia telah bersabda:

أنا و كافل اليتيم له أو لغيره في الجنة ، و الساعي على الأرملة و المسكين ، كالمجاهد في سبيل الله . صحيح الجامع – الصفحة أو الرقم: 1476

Yang artinya: “Aku dan penyantun anak yatim, baik itu anaknya (keluarga) atau anak orang lain ada di surga, seorang yang berusaha (membantu) janda dan orang miskin seperti orang yang berjihad fi sabillah.” (Shohih al-Jami’ 1476)

Anak Yatim Suriah

Anak Yatim Suriah

Sesuatu yang membuat kita semua bersedih adalah banyaknya anak-anak Suriah yang menjadi anak yatim, baik ayahnya menjadi korban kekejaman tentara syiah basyar Asad atau terbunuh di medan jihad, apalagi keadaan ekonomi Suriah yang betul-betul hancur total, harga barang melambung tinggi, banyaknya pengungsi, rasa aman yang telah hilang, kekejaman tentara syiah Basyar Asad yang luar biasa.

Anak Suriah bermain di puing tembok

Anak Suriah bermain di puing tembok

 

Ini semua telah menjadikan rakyat Suriah semakin terpuruk, tanpa harapan. Masa depan yang tidak jelas. Semua ini menghantui sebagian besar masyarakat awam Suriah, anak-anak tanpa orang tua, wanita ditinggal mati suami, orang tua kehilangan anak dan masih banyak persoalan yang menyisakan rasa prihatin dan kesedihan.

Anak Yatim Suriah

Anak Yatim Suriah

 

Atas dasar inilah tim kemanusiaan Peduli Muslim, Yufid TV dan Radio/TV Rodja ikut berperan aktif meringankan sedikit beban saudara-saudara kita di Suriah, tepatnya di daerah Idlib, dengan menyantuni anak-anak yatim, janda dan keluarga syuhada (insya Allah) yang jumlahnya sekitar seratus orang, walaupun kalau kita lihat skala penderitaan mereka sangatlah besar dan luas. Insya Allah yang sedikit ini-pun juga bernilai di sisi Allah, apalagi di akhir-akhir bulan yang muliai ini.

Anak Yatim Suriah

Anak Yatim Suriah

Semoga Allah menjadikan semua ini di timbangan kebaikan para muhsinin dan orang-orang yang terlibat dalam program yang mulia ini. Allahumma Amiin.

Catatan Relawan Suriah: Orang Kuat adalah Orang yang Siap Menerima Perubahan

Jum’at 27/07/2013

Suara dentuman silih berganti bersusul susulan lima menit sekali sejak tadi malam. Akan tetapi hal tersebut tidaklah sedikitpun menciutkan nyali kami para rombongan untuk membantu warga suriah walau sekedar meringankan sedikit saja beban mereka atas bencana kemanusiaan yang terjadi di negeri mereka.

Bangunan Suriah yang Rusak Parah Akibat Bom

Dengan kerusakan yang sedemikian parah akibat bombardir pasukan pemerintah Basyar Asad, kira kira apakah ada yg bisa selamat dari ini?

Mulai tadi malam kami menginap di rumah penduduk lokal yang insya Allah juga akan membantu kami dalam menyebarkan bahan makanan untuk warga Idlib dan sekitarnya.

Bantuan untuk Rakyat Suriah

Di antara isi bantuan untuk rakyat Suriah dari donatur Yufid dan Peduli Muslim

Untuk hari ini kami sedang berusaha untuk mengumpulkan berbagai informasi yang bermanfaat untuk pemberitaan tentang apa sebenarnya yang terjadi di Suriah ini. Banyak yang berpendapat bahwa ini hanyalah perang sipil antara pemberontak dan pemerintah. Tidak sedikit pula yang menyatakan ini adalah konflik sektarian antara Islam Sunni dan Syiah. Dan sampai detik ini kami berani menyatakan bahwa ini bukanlah konflik antara sesama muslim. Karena pada hakikatnya Syiah yang ada di suriah (yaitu nusyairiyah/alawi) bukanlah bagian dari Islam berdasar berbagai macam fatwa yang dikeluarkan oleh ulama-ulama baik dalam negeri maupun luar negeri.

anak-anak suriah

The Children of War, Syria. Apakah anak-anak ini harus menanggung penderitaan akibat ulah pemerintahnya?

Pada malam itu, selepas shalat tarawih berjamaah, terjadi pembicaraan antara para pemuda (Suriah, Palestina dan Mesir) terkait tentang revolusi yang terjadi di Suriah. Ada seorang pemuda Suriah mengatakan bahwa pemberontakan yang terjadi dipelopori para pemuda yang telah jengah terhadap gaya pemerintahan Basyar Asad. Ia bercerita bahwa di Suriah banyak diantara para pemuda yang ditangkap hanya karena berusaha mengamalkan sunnah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ataupun sekedar menjalankan shalat 5 waktu di masjid. Jika pemerintah mengetahui ada salah seorang pemuda yang sering menghadiri shalat jamaah, maka ia akan ditangkap dan dipenjara tanpa ada alasan yang jelas dan tanpa ada kejelasan kapan selesai masa tahanannya. Bahkan tidak jarang tentara pemerintah menangkap pemuda yang kedapatan menghadiri shalat subuh di masjid. Walhasil, masjid yang ada di suriah diisi oleh kaum tua saja.

Pintu rumah penduduk Idlib yang rusak akibat terjangan konkur tentara rezim Basyar Asad.

Pintu rumah penduduk Idlib yang rusak akibat terjangan konkur tentara rezim Basyar Asad.

Akan tetapi ada sedikit kekecewaan yang didapati oleh para pemuda tersebut. Mereka kecewa kenapa ketika revolusi terjadi, baru para ulama berlomba lomba untuk menasehati mereka, mengajarkan mereka tentang shalat, fiqh jihad, ibadah kepada Allah, yang harus mereka kuasai kurang dari 1 bulan. Padahal ilmu tersebut tidaklah mungkin dikuasai dalam waktu yang sesingkat itu. Mereka bertanya-tanya kenapa baru sekarang para ulama itu mengajak mereka? Kenapa hal tersebut tidak terjadi sebelum revolusi?

Pemukimam Penduduk Suriah yang Terkena Bom

Pemukiman penduduk yang dibom oleh tentara rezim pemerintah syi’ah Basyar Asad

Kamipun tidak mengetahui apa jawabannya. Akan tetapi ketika kami bersama dengan para pemuda ini, kami menjumpai banyak dari mereka yang berusaha dan berlomba lomba untuk memahami agamanya walau dalam kondisi perang seperti sekarang. Setiap minggunya tidak kurang dari 6 pelajaran agama yang mereka dapatkan. Mulai dari aqidah islamiyah asshohihah seperti kitab tauhid karya syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, fiqh jihad, pelajaran tentang ikhlas dan bahaya riya’ dan lain lain.

Memang diantara mereka muncul sikap yang bermacam-macam terkait revolusi yang terjadi di Suriah ini. Akan tetapi hikmah yang bisa kita ambil adalah, banyak diantara pemuda ini yang semangat untuk mengenal dan memahami serta berpegang teguh terhadap agamannya. Dan kami hanya bisa menanggapi bahwa “inilah perubahan… Kaum muda sendirilah yang menuntut perubahan secara cepat… Oleh karena itu terimalah konsekuensi terhadap perubahan itu… Orang yang kuat adalah orang yang siap menerima perubahan.”

Allahu a’lam.

Penyaluran Bantuan untuk Idlib (Catatan Perjalanan Relawan Yufid dan Peduli Muslim)

Kamis 26/07/2013 (Bantuan Idlib II)

Hari ini rombongan memulai perjalanan pada pukul 08.00 pagi waktu Suriah. Tempat pertama yang kami datangi adalah sebuah gudang yang digunakan untuk menampung lebih dari 100 paket bahan makanan yang sudah kami siapkan pada hari sebelumnya. Kami dibantu oleh warga lokal yang senantiasa mengantarkan kami ke berbagai tempat untuk mengalokasikan bantuan.

Bantuan yang kami sebar masih seputar Idlib. Walaupun Idlib termasuk kota kecil, tetapi wilayah sekitar Idlib cukup luas sebagaimana D.I.Yogyakarta yang meliputi Gunung Kidul, Sleman, Bantul dan Kulon Progo. Oleh karena itu penyebaran bantuan kali ini cukup memakan waktu dan diserahkan secara simbolis.

Sembako Bantuan Kemanusiaan untuk Rakyat Suriah

Sembako Bantuan Kemanusiaan untuk Rakyat Suriah

Kebanyakan tempat yang kami kunjungi adalah sekolah sekolah yang menjadi tempat pengungsian bagi warga yang terimbas perang, baik yang rumahnya hancur maupun yang kepala keluarganya meninggal akibat terkena ledakan bom dan lainnya.

Sekolah Menjadi Tempat Pengungsian Rakyat Suriah

Sekolah Menjadi Tempat Pengungsian Rakyat Suriah

 

Bantuan Kemanusiaan untuk Anak Suriah

Bantuan Kemanusiaan untuk Anak Suriah

 

Bantuan Kemanusiaan untuk Anak Yatim dan Janda Suriah

Bantuan Kemanusiaan untuk Anak Yatim dan Janda Suriah

Selesai membagikan bantuan, kamipun pulang menuju tempat persinggahan pada pukul 16.00 waktu setempat. Sambil menunggu berbuka, kami beristirahat di Masyfaa (bilik pengobatan (rumah sakit kecil)) dan mengobrol dengan anak anak muda yang tinggal di sekitar Masyfa tersebut.

Waktu berbukapun tiba dan kami diajak untuk berbuka di rumah anak muda yang tinggal berdekatan dengan Masyfa. Sekali lagi kami mendapatkan penghormatan sebagai tamu oleh orang arab. Kami dapati bahwa orang arab Suriah sungguh sangat luar biasa dalam menjamu tamunya. Walhamdulillah.

Wahai Suriah, Kami Datang!

Catatan Perjalanan Tim Yufid dan Peduli Muslim Pada Misi Kemanusiaan untuk Suriah

#Senin 22/07/2013 Reyhanli (perbatasan Turki dan Suriah)

Rombongan berangkat dari tempat singgah di Reyhanli pukul 12.00 waktu setempat. Perjalanan yang dilalui pun cukup menegangkan, pasalnya jalan yang dilalui merupakan jalan semi ilegal. Rombongan tidak masuk melalui pintu perbatasan resmi melainkan melalui jalan yang biasa dilalui oleh pengungsi Suriah untuk keluar masuk Turki-Suriah yang tidak membutuhkan pemeriksaan paspor dan visa, walaupun tetap dijaga oleh tentara Turki.

Melewati pintu perbatasan Turki-Suriah, rombongan langsung berjumpa dengan masyarakat Suriah yang tinggal di pengungsian. Daerah tersebut disebut dengan daerah Bab Al-Hawa yang beberapa waktu lalu dijatuhi bom oleh tentara rezim Basyar Asad. Ribuan pengungsi tinggal di daerah ini memohon belas kasihan dari luar. Pemandangan yang mengharukan tatkala melihat tenda pengungsian yang keadaannya sungguh memprihatinkan. Anak anak kecil bergerombol memohon belas kasihan dari para mujahidin atau orang yang datang dari Turki ke Suriah sambil mengatakan “Yaa ammi, Lira… Lira…”  yang artinya “Wahai paman, Lira… Lira (mata uang negara suriah).”

Pengungsi Suriah di Camp Bab Al-Hawa

Pengungsi Suriah di Camp Bab Al-Hawa

Tidak berapa lama, Rombongan melanjutkan perjalanan dipandu oleh penduduk asli Suriah, dari Bab Al-Hawa menuju Idlib yang merupakan jalur pegunungan yang keindahan panorama alamnya langka dijumpai di tanah air.

Pemandangan Pegunungan Baab Al Hawa

Pemandangan Pegunungan Baab Al Hawa

Sepanjang perjalanan tidak banyak dijumpai rumah yang hancur. Keadaan masyarakat di sana cukup tenang. Banyak diantara penduduk yang masih beraktifitas secara normal. Tampaknya, daerah ini adalah daerah yang jarang mendapat serangan dari tentara rezim Basyar Asad.

Pintu Gerbang Menuju Idlib

Pintu Gerbang Menuju Idlib

Selama kira-kira satu setengah jam perjalanan rombongan pun tiba di daerah Ma’aaroh sekitar Idlib. Di sana ada Abu Hamzah yang sudah siap dengan barang-barang yang jauh hari sebelumnya telah dipesan oleh rombongan kami melalui telpon sehingga kami pun langsung dapat membagikan bantuan kepada 120 kepala keluarga saat itu juga.

Keadaan di tempat kami membagikan bantuan cukup menyedihkan. Banyak diantara orang-orang yang diberi bantuan adalah janda-janda dan anak-anak kecil yang tidak memiliki kepala keluarga (bapak/suami) lagi karena kebanyakan meninggal akibat keganasan tentara rezim Basyar Asad.

Bantuan Kemanusiaan untuk Janda dan Anak Yatim

Bantuan Kemanusiaan untuk Janda dan Anak Yatim

Pembagian bantuan berjalan lancar dan tidak ada kendala sama sekali sehingga bantuan dapat terbagi dalam waktu satu jam dan diantar langsung ke tempat. Selesai melaksanakan pembagian, rombonganpun melanjutkan perjalanan untuk mencari tempat peristirahatan di daerah Idlib.

Sesampainya di tempat peristirahatan, waktupun menunjukkan pukul 19.50 yang menandakan saat berbuka. Di sini kamipun mendapatkan keramah-tamahan dari warga Suriah yang menjamu kami dengan sangat istimewa. Kami belajar bahwa demikianlah bangsa arab pada umumnya tatkala menjamu tamu. Mereka memuliakan tamu dengan penuh keramahan sesuai dengan apa yang mereka katakan “ahlan wa sahlan”.

#Selasa 23/07/2013 (Ihsim daerah Idlib)

Pukul 03.50 waktu Suriah. Rombongan selesai bersantap sahur bersama dengan menu khas Suriah yaitu roti tsarid ditemani oleh dentuman qonaabil قنابل (jamak dari قمبلة qumbulah[bom]). Sepanjang hari rombongan pun hanya menunggu untuk menanti buka puasa karena terbatasnya akses untuk bepergian sambil menyusun rencana untuk keesokan harinya. Sampai waktu berbuka tiba yaitu pukul 19.50, suara dentuman pun masih tetap terdengar di kota Suriah. Walau demikian, kami tetap merasa aman dan nyaman sembari menyantap hidangan yang tampak lezat karena panjangnya puasa di kota ini. Alhamdulillah, Allah tidak mencabut rasa aman dari diri kami.