Catatan Relawan Suriah: Persiapan Pulang ke Indonesia

13/08/2013 – Rayhaniyah, Turki

Alhamdulillah rombongan kembali ke perbatasan Turki-Suriah untuk mengurus perizinan dan perpanjangan visa agar dapat meneruskan penyaluran bantuan untuk warga Suriah.

Kami berangkat dari kota Reyhaniyah ke Antakiyah dengan menggunakan mobil seorang teman yang sangat luar biasa. Mengapa? Sebagaimana yang sudah sering kami sampaikan, mereka (orang Suriah) sangat luar biasa dalam memuliakan tamu. Kami memanggilnya Abu Ahmad.

Pegunungan Baab al-Hawaa yang dilewati pengungsi dari Suriah masuk ke Turki.

Pegunungan Baab al-Hawaa yang dilewati pengungsi dari Suriah masuk ke Turki.

Ditengah perjalanan, kami jumpai ada satu keluarga yang kebanyakan perempuan dan anak-anak membawa tas besar melewati pegunungan yang memisahkan Turki dan Suriah yang terletak di timur Reyhaniyah. Tidak beberapa lama, kami jumpai lagi rombongan serupa. Mereka adalah masyarakat Suriah yang sedang mengungsi, tetapi tidak melewati jalur resmi.

Camp Pengungsian Atema

Camp Pengungsian Atema

Entah mengapa mereka tidak melewati jalur resmi. Mungkin saja sudah terlalu banyak para pengungsi yang masuk ke Turki sehingga pemerintah Turki berusaha meredam eksodus.

Kami tidak berburuk sangka kepada mereka. Inilah masa perang. Harga-harga melambung tinggi. Lapangan pekerjaan banyak yang gulung tikar. Belum lagi serangan membabi buta pihak rezim yang mengenai perkampungan penduduk setiap harinya.

Mungkin diantara kita ada yang ingin meraup keberkahan negeri Syam sebagaimana para pejuang yang berdatangan dari berbagai belahan bumi untuk ikut bertempur dan bercita-cita syahid di negeri ini.

Janganlah berburuk sangka kepada mereka penduduk Syam. Karena kenyataan di lapangan berbeda dari apa yang kita pikirkan. Mungkinkah Anda tahan dengan hujanan bom barmil, luncuran roket konkur atau peluru tank yang siap mengusik ketenangan anda dan keluarga? Siapkah ketika seorang dari kelurga anda meregang nyawa? Atau mungkinkah anda siap melihat seluruh anggota keluarga anda dalam keadaan tak bernyawa dengan rupa yang tak berbentuk.

Kawasan penduduk yang baru saja beberapa hari merasakan keceriaan karena mendapatkan bantuan dari rakyat Indonesia, kini harus menahan pahit akibat serangan membabi buta tentara rezim ke perkampungan penduduk di kota Idlib.

Kawasan penduduk yang baru saja beberapa hari merasakan keceriaan karena mendapatkan bantuan dari rakyat Indonesia, kini harus menahan pahit akibat serangan membabi buta tentara rezim ke perkampungan penduduk di kota Idlib.

Itulah yang dirasakan oleh penduduk Suriah. Kepedihan, himpitan ekonomi, dan rasa takut kehilangan anggota keluarga.

Setelah selama 40 tahun kebebasan beragama mereka ditekan. Shalat berjamaah di masjid merupakan masalah untuk mereka. Sampai berpegang teguh dengan sunnah pun sudah sebagaimana memegang bara api. Tidak sebagaimana kita di indonesia yang merasa bebas tanpa tekanan mengerjakan syiar-syiar agama.

Di malam sebelumnya, kami berjumpa deng Abu Eesa Umar. Muslim inggris berdarah pakistan yang ikut berpartisipasi dalam menghimpun dana untuk meringankan beban saudara kita di Suriah. Mungkin kawan tahu dengan program Quran Project, yang iklannya adalah seorang pria bertubuh penuh tato hingga wajah menjadi mualaf dari program ini. Yah itulah salau satu program sukses yang diusung oleh Abu Eesa Umar dalam menebar kebaikan.

Siapapun berhak mendapat hidayah Islam

Siapapun berhak mendapat hidayah Islam

Kali ini sayapun dibuat takjub dengan program mereka untuk Suriah. Ini adalah kali ke empat ia mengunjungi Suriah sejak awal tsauroh. Diantara program mereka adalah run4syria atau eid for syria- nya yang sukses mengantarkan bantuan dari Inggris menggunakan 100 mobil lebih berisi bantuan serta 20 lebih unit ambulan untuk rakyat Suriah.

Marilah ini memotivasi kita untuk lebih baik lagi dalam mendermakan harta kita di jalan Allah. Kita di Indonesia adalah muslim terbesar di dunia. Dengan jumlah kita yang banyak tidak mustahil untuk paling tidak menyamai nominal bantuan yang mereka salurkan. Berlomballomba dalam kebaikan serta memperbagus kualitas ibadah kita dengan niat ikhlas dan mengharap wajah Allah.

Relawan Peduli Muslim, Yufid, dan Rodja

Relawan Peduli Muslim, Yufid TV, dan Rodja

Yaa Rabb, bantulah kami untuk selalu berdzikir kepada-Mu dan dalam syukur pada-Mu, serta dalam memperbagus ibadah kami kepada-Mu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *