Awal Perjalanan Misi Kedua Tim Relawan Yufid dan Peduli Muslim Memasuki Turki

# 7 Oktober 2013

Istanbul, Turki

Alhamdulillah, setelah melalui perjalanan udara yang cukup melelahkan dari Jakarta, pagi ini sekitar pukul 06:30 AM waktu Istanbul tim relawan Peduli Muslim & Yufid TV telah sampai kota Istanbul, Turki. Dan saat ini, masih berada di sekitar Masjid Sultan Ahmad, masjid bersejarah peninggalan Turki Utsmani, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Suriah.

Relawan kemanusiaan Peduli Muslim dan Yufid.TV di Istanbul, Turki

Relawan kemanusiaan Peduli Muslim dan Yufid.TV di Istanbul, Turki

Lokasi awal yang akan dikunjungi adalah RS Orient, Qatmah, Idlib, Suriah. Salah satu relawan kami, dr. Arifuddin, Sp.Ot (dokter spesialis bedah orthopedi RS PKU Muhammadiyyah Yogyakarta) kami tugasi untuk membantu pihak rumah sakit dalam menangani rakyat Suriah yang menjadi pasien korban perang akibat kejahatan rezim Syi’ah Bashar Al-Assad.

Hatay, Turki

Setelah menempuh perjalanan lebih dari 800 Km dari Istanbul, alhamdulillah akhirnya tim relawan gabungan Peduli Muslim Suriah tiba di Bandara Hatay sekitar pukul 17:15 waktu setempat. Setibanya di Hatay, ternyata sudah menunggu dua orang saudara seiman asal Suriah untuk menjemput kami. Dengan mengendarai sedan, kami pun langsung menuju Rayhanli untuk menginap malam ini di sebuah rumah sebelum melanjutkan perjalanan masuk ke Suriah esok hari, bi’idznillah.

Bandara Hatay, Turki

Bandara Hatay, Turki

Alhamdulillah, atas nikmat Islam yang telah Allah berikan dan kebahagiaan bisa berjumpa saudara seiman asal Suriah.

Dan insya Allah, dalam perjalanan menuju Suriah. Tugas pertama adalah menempatkan dr. Arifuddin, Sp.Ot (dokter spesialis bedah orthopedi RS PKU Muhammadiyyah Jogja) di rumah sakit Orient, Qatmah Idlib, untuk membantu tenaga medis setempat dalam merawat rakyat yang menjadi korban perang, korban kebiadaban rezim Syi’ah Bashar Al-Assad.

Catatan Relawan Suriah: Persiapan Pulang ke Indonesia

13/08/2013 – Rayhaniyah, Turki

Alhamdulillah rombongan kembali ke perbatasan Turki-Suriah untuk mengurus perizinan dan perpanjangan visa agar dapat meneruskan penyaluran bantuan untuk warga Suriah.

Kami berangkat dari kota Reyhaniyah ke Antakiyah dengan menggunakan mobil seorang teman yang sangat luar biasa. Mengapa? Sebagaimana yang sudah sering kami sampaikan, mereka (orang Suriah) sangat luar biasa dalam memuliakan tamu. Kami memanggilnya Abu Ahmad.

Pegunungan Baab al-Hawaa yang dilewati pengungsi dari Suriah masuk ke Turki.

Pegunungan Baab al-Hawaa yang dilewati pengungsi dari Suriah masuk ke Turki.

Ditengah perjalanan, kami jumpai ada satu keluarga yang kebanyakan perempuan dan anak-anak membawa tas besar melewati pegunungan yang memisahkan Turki dan Suriah yang terletak di timur Reyhaniyah. Tidak beberapa lama, kami jumpai lagi rombongan serupa. Mereka adalah masyarakat Suriah yang sedang mengungsi, tetapi tidak melewati jalur resmi.

Camp Pengungsian Atema

Camp Pengungsian Atema

Entah mengapa mereka tidak melewati jalur resmi. Mungkin saja sudah terlalu banyak para pengungsi yang masuk ke Turki sehingga pemerintah Turki berusaha meredam eksodus.

Kami tidak berburuk sangka kepada mereka. Inilah masa perang. Harga-harga melambung tinggi. Lapangan pekerjaan banyak yang gulung tikar. Belum lagi serangan membabi buta pihak rezim yang mengenai perkampungan penduduk setiap harinya.

Mungkin diantara kita ada yang ingin meraup keberkahan negeri Syam sebagaimana para pejuang yang berdatangan dari berbagai belahan bumi untuk ikut bertempur dan bercita-cita syahid di negeri ini.

Janganlah berburuk sangka kepada mereka penduduk Syam. Karena kenyataan di lapangan berbeda dari apa yang kita pikirkan. Mungkinkah Anda tahan dengan hujanan bom barmil, luncuran roket konkur atau peluru tank yang siap mengusik ketenangan anda dan keluarga? Siapkah ketika seorang dari kelurga anda meregang nyawa? Atau mungkinkah anda siap melihat seluruh anggota keluarga anda dalam keadaan tak bernyawa dengan rupa yang tak berbentuk.

Kawasan penduduk yang baru saja beberapa hari merasakan keceriaan karena mendapatkan bantuan dari rakyat Indonesia, kini harus menahan pahit akibat serangan membabi buta tentara rezim ke perkampungan penduduk di kota Idlib.

Kawasan penduduk yang baru saja beberapa hari merasakan keceriaan karena mendapatkan bantuan dari rakyat Indonesia, kini harus menahan pahit akibat serangan membabi buta tentara rezim ke perkampungan penduduk di kota Idlib.

Itulah yang dirasakan oleh penduduk Suriah. Kepedihan, himpitan ekonomi, dan rasa takut kehilangan anggota keluarga.

Setelah selama 40 tahun kebebasan beragama mereka ditekan. Shalat berjamaah di masjid merupakan masalah untuk mereka. Sampai berpegang teguh dengan sunnah pun sudah sebagaimana memegang bara api. Tidak sebagaimana kita di indonesia yang merasa bebas tanpa tekanan mengerjakan syiar-syiar agama.

Di malam sebelumnya, kami berjumpa deng Abu Eesa Umar. Muslim inggris berdarah pakistan yang ikut berpartisipasi dalam menghimpun dana untuk meringankan beban saudara kita di Suriah. Mungkin kawan tahu dengan program Quran Project, yang iklannya adalah seorang pria bertubuh penuh tato hingga wajah menjadi mualaf dari program ini. Yah itulah salau satu program sukses yang diusung oleh Abu Eesa Umar dalam menebar kebaikan.

Siapapun berhak mendapat hidayah Islam

Siapapun berhak mendapat hidayah Islam

Kali ini sayapun dibuat takjub dengan program mereka untuk Suriah. Ini adalah kali ke empat ia mengunjungi Suriah sejak awal tsauroh. Diantara program mereka adalah run4syria atau eid for syria- nya yang sukses mengantarkan bantuan dari Inggris menggunakan 100 mobil lebih berisi bantuan serta 20 lebih unit ambulan untuk rakyat Suriah.

Marilah ini memotivasi kita untuk lebih baik lagi dalam mendermakan harta kita di jalan Allah. Kita di Indonesia adalah muslim terbesar di dunia. Dengan jumlah kita yang banyak tidak mustahil untuk paling tidak menyamai nominal bantuan yang mereka salurkan. Berlomballomba dalam kebaikan serta memperbagus kualitas ibadah kita dengan niat ikhlas dan mengharap wajah Allah.

Relawan Peduli Muslim, Yufid, dan Rodja

Relawan Peduli Muslim, Yufid TV, dan Rodja

Yaa Rabb, bantulah kami untuk selalu berdzikir kepada-Mu dan dalam syukur pada-Mu, serta dalam memperbagus ibadah kami kepada-Mu.

Catatan Relawan Suriah: Yang Dibutuhkan Rakyat Suriah

Setelah melihat kondisi saudara-saudara kita di Suriah, kelihatannya yang paling mendesak untuk segera dipenuhi:

1) ULAMA DAN PARA USTADZ: karena kita dapatkan banyak sekali kaum muslimin Suriah tidak mengetahui perkara yang mungkin bagi kita suatu masalah sederhana, seperti kalau selesai kencing maka harus beristinja’, pentingnya sholat berjamaah, pengagungan sunah-sunah Nabi dan lain-lainnya. Jangan sampai kita bisanya hanya berkomentar saja, dengan mengatakan ‘di sana banyak sekali bid’ah, banyak penyelewang syariah’, tapi tanpa memberikan solusinya. Semoga ada saudara kami, para ustadz dan penuntut ilmu yang mau mewakafkan ilmu dan waktunya bersama-sama dengan kaum muslimin Suriah.

2) MOBIL AMBULANCE DAN TIM MEDIS: yang bisa berpindah-pindah dari tempat ke tempat, dari kamp pengungsi ke kamp yang lainnya, dan banyak pelayanan kesehatan yang lainnya. Kenapa kami lebih memilh ambulance karena lebih efektif dan cepat dalam geraknya daripada rumah sakit lapangan, kami berharap kepada donatur ada siap untuk membantu pengadaan kebutuhan ini.

3) LAPANGAN PEKERJAAN: pemberian bantuan kepada pengungsi berupa bantuan usaha atau menciptakan lapangan pekerjaan untuk mereka, karena kita tidak tahu kapan berakhirnya masalah Suriah, sementara mereka tidak mungkin terus menerus bergantung dengan bantuan.

4) SEKOLAH-SEKOLAH DARURAT: karena sejak peristiwa Suriah meledak, sekolah-sekolah semua tutup, anak-anak usia sekolah semuanya libur tanpa batas, lebih parah lagi di kamp-kamp pengungsian, anak-anak berubah menjadi liar, setiap orang asing yang datang selalu dimintai uang, satu lira… satu lira katanya! orang-orang Nasrani menggunakan kesempatan ini untuk bergerak di kamp-kamp pengungsian dan mendirikan sekolah-sekolah darurat di tempat-tempat tersebut.

Kota mati akibat perang

Kota mati akibat perang

Catatan Relawan Suriah: Maut Tak Pernah Salah Memilih

Ummu Nadzir Al-Karum namanya, beliau tinggal di kampung Ihsim-Idlib, kami mendatangi rumah beliau di pinggiran kampung Ihsim, tatkala beliau sedang memasak roti untuk persiapan berbuka untuk beliau dan dua cucunya. Beliau merasa sangat bergembira ketika kami mengunjungi rumahnya, bahkan meminta kami untuk berbuka di rumah beliau. Demikianlah masyarakat Suriah, setiap kita datangi rumah mereka. Suatu kaum yang sangat memuliakan tamu-tamunya.

Inilah kisah Ummu Nadzir. Suatu hari di waktu sore, dua putri beliau bersama dengan dua anak mereka sedang berada di halaman rumah, tiba-tiba terdengar suara… bummmm! ledakan keras sekali! debu berterbangan, semuanya terdiam, tanpa suara. Setelah debu mulai menipis, tampaklah empat mayat terkapar, tepat di tengah-tengah rumah. Dua putri beliau dan dua cucunya diam tak bernyawa dengan tubuh terkoyak pecahan bom dan tubuh mereka penuh bersimbah darah. Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un…

Sekarang beliau tinggal sebatang kara bersama dengan dua cucu tersayang, di rumah yang menjadi saksi mati kekejaman Basyar Asad dan bala tentaranya.

Ketika kami menyerahkan bantuan uang kontan kepadanya, mata beliau berkaca-kaca, tak kuasa menahan rasa haru, seraya lisannya mengatakan, “Allah yu’tikum as-salamah wal-‘afiyah dan terus diulang-ulanginya beberapa kali sampai kami meninggalkan rumah beliau. Hati pedih mendengarnya dan air mata-pun mengalir deras sulit untuk dicegah.

Catatan Relawan Suriah: Tiada Hari Tanpa Korban

6 Agustus 2013

Sejak beberapa hari ini, tim kami  mendatangi rumah-rumah anak yatim dan keluarga syuhada (insya Allah) untuk meyerahkan bantuan, tetapi beberapa kali gagal mencapai target. Kami berharap setiap harinya bisa mendatangi rumah sekitar 30-40 anak yatim.

Tujuan mendatangi rumah-rumah mereka adalah:

1) Memperhatikan masalah keamanan, karena di kota Jabal Zawiyah termasuk kota yang sering mendapat serangan bom sehingga masyarakat sangat menghindari berkumpulnya orang dalam jumlah banyak untuk menghindari jatuhnya bom di tengah-tengah mereka, karena tentara basyar sama sekali tidak memiliki rasa belas kasihan, sekolahpun mereka serang ketika anak-anak sedang belajar, sehingga sudah dua tahun ini sekolah tutup.

2) Untuk menghormati mereka.

Hari pertama ketika kami mulai bergerak, setelah mendatangi beberapa rumah anak-anak yatim, kami mendatangi salah satu rumah keluarga syahid (insya Allah) tiba-tiba bom jatuh di seberang jalan kami, satu buah bom kemudian diiringi yang kedua dan ketiga, dalam waktu yang tidak lama dan jarak yang cukup dekat, akhirnya pimpinan rombongan, Abu Sofyan Suriy memutuskan untuk kembali ke markaz. Berbahaya jalan-jalan di kota dalam keadaan seperti ini ujar beliau.

Suriah: Tiada Hari Tanpa Korban

Suriah: Tiada Hari Tanpa Korban

Hari berikutnya, kami berangkat ba’da Ashar, beberapa rumah anak-anak yatim telah kami datangi, tiba-tiba datang panggilan dari markaz utama untuk kembali ke markaz. Siaga satu! ada kekhawatiran serangan terhadap markaz, maka kamipun kembali lagi.

Hari ini kami berangkat pagi, sekitar pukul 10 pagi, kami berharap bisa mendatangi rumah-rumah mereka lebih banyak. Baru sekitar lima orang keluarga anak yatim yang kami datangi, rumah pertama anak yatim yang kita datangi terkena bom, tepat di depan rumahnya, empat orang terluka cukup parah, akhirnya kamipun kembali ke markaz.

Korban kebiadaban rezim Basyar Asad

Korban kebiadaban rezim Basyar Asad

Baru saja tiba di markaz, kami mendengar tetangga desa kami, desa Balyun mendapat serangan bom yang sangat dahsyat. Kami datangi desa Balyun dengan segera. Begitu sampai disana, sungguh suatu pemandangan yang sangat memilukan hati dan membuat air mata tak kuasa untuk ditahan. Wallahi ya ikhwah, pemandangan yang sangat menyayat hati, bangunan roboh, hancur berantakan, kaum wanita menangisi keluarga mereka yang menjadi korban, orang-orang masih terus mencari korban diantara reruntuhan bangunan, korban meninggal diletakkan di masjid dalam keadaan tubuh mereka hancur! korban luka-luka terus bertambah, masyarakat terus melaknati Basyar Asad dan tentaranya. Berita terakhir yang kami terima, 25 orang meninggal dan lebih dari 20 orang terluka parah. Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un!

Catatan Relawan Suriah: Hari ini Anda Berbuka dengan Apa?

5 Agustus 2013

Setiap diantara kita pasti akan merasa bersuka cita ketika mendengar suara adzan magrib tanda waktu berbuka dan masuknya waktu sholat magrib. Berbagai macam masakan dan minuman ada di hadapan kita, tinggal kita pilih apa yang menjadi kesukaan kita. Inilah kegembiraan kita, kaum muslimin yang berpuasa ketika menyambut waktu berbukanya. Kegembiraan inilah yang dikabarkan baginda Nabi yang mulia kepada kita, kegembiraan bagi orang yang berpuasa ketika menjumpai waktu berbukanya.

Bangunan rumah yang terkena hantaman bom barmil

Bangunan rumah yang terkena hantaman bom barmil

Tapi tidak bagi saudara-saudara kita di Suriah…

Di desa Balyun, kota Jabal Zawiyah, provinsi Idlib, sebuah keluarga, suami, istri, anak-anak dan sanak saudara yang lain yang berjumlah 12 orang, ketika mereka duduk-duduk di ruang tengah rumah mereka untuk menunggu waktu berbuka. Tiba-tiba datang helikopter tentara rezim Basyar Asad dengan membawa bom barmil, kemudian menjatuhkannya di tengah-tengah mereka. Bummmm!

Terdengar ledakan keras, rumah mereka bergetar hebat, debu beterbangan dimana-mana, potongan tubuh terlempar kesana kemari, ruang tengah rumah tersebut bersimbah darah. Tidak ada satu nyawa-pun yang tersisa hidup di ruang itu, hanya dalam hitungan detik! Inna lillahi wa inna ilahi roji’un.

Potongan kaki anak kecil korban bom barmil

Potongan kaki anak kecil korban bom barmil

Kata “BARMIL” adalah kata yang sangat ditakuti oleh sebagian besar kaum muslimin Suriah, karena maknanya adalah bom yang berbentuk tong, beratnya sekitar 150-250 kg. Apabila dijatuhkan dari jarak 4-6 km maka kekuatannya berubah menjadi berton-ton dan akan menghancurkan apa saja yang ada di bawahnya.

Penampakan bom barmil

Penampakan bom barmil

Tim Relawan Kemanusiaan untuk Suriah Membagikan Bantuan Logistik

2 Agustus 2013

Di akhir ramadhan ini, tim Kemanusiaan Peduli Muslim, Yufid TV dan Radio/Rodja TV, kembali menyiapkan bantuan logistik kepada sekitar 500 penduduk propinsi Idlib. Penduduk Idlib termasuk diantara wilayah yang paling sering mendapat serangan dari tentara rezim syiah Basyar Asad.

Tiada hari tanpa serangan bom dan tiada hari tanpa jatuh korban, karena Propinsi ini termasuk diantara propinsi yang telah banyak wilayahnya dibebaskan oleh pejuang Suriah sehingga tentara rezim syiah Basyar Asad selalu menjadikannya sasaran serangan baik dari darat ataupun dari udara.

Banyak sekali di antara penduduknya sekarang merupakan migrasi dari daerah-daerah yang masih dikuasai rezim syiah. Mereka berasal dari penduduk Damaskus, Hama dan lainnya. Mereka menempati rumah-rumah kosong dan madrasah yang sudah tidak ada muridnya, sehingga sangat membutuhkan bantuan logistik untuk menyambung hidup mereka, apalagi di akhir bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, hidup mereka tergantung kepada Allah kemudian kepada bantuan muhsinin (donatur), karena mereka tidak bisa bekerja ataupun bertani.

Satu gudang sembako yang siap dibagikan untuk rakyat Suriah

Satu gudang sembako yang siap dibagikan untuk rakyat Suriah

Setelah mendapatkan bantuan, mereka hanya bisa mendoakan kepada para muhsinin Indonesia dengan keberkahan, keselamatan dan balasan yang berlipat ganda atas bantuannya, Allahumma amiin.

Diantara isi keranjang logistik untuk rakyat Suriah

Diantara isi keranjang logistik untuk rakyat Suriah

 

 

Salah satu sudung gudang yang berisikan bantuan logistik untuk rakyat Suriah

Salah satu sudung gudang yang berisikan bantuan logistik untuk rakyat Suriah

 

 

Keceriaan rakyat Suriah ketika menerima bantuan

Keceriaan rakyat Suriah ketika menerima bantuan

 

Catatan Relawan Kemanusiaan Suriah: Kisah Ummu Iyad

Sebut saja ummu ‘Iyad, seorang ibu yang memiliki tujuh orang anak, lima anak laki-laki dan dua anak perempuan. Beliau termasuk diantara kaum muslimin Suriah yang mendapatkan bantuan kemanusiaan dari Peduli Muslim dan Yufid. Dua diantara putranya meninggal akibat kekejaman tentara Basyar Asad sekitar 2 pekan yang lalu. Terkena ledakan bom yang ditembakkan oleh tentara syiah Basyar Asad, langsung meninggal di tempat, termasuk salah satu diantara putranya yang bernama Iyad, yang baru menikah empat bulan yang lalu, meninggalkan istrinya yang sedang hamil.

Ummu Iyad, Korban Kebiadan Rezim Bashar Ashad

Ummu Iyad, Korban Kebiadan Rezim Bashar Ashad

Kisah yang sungguh memilukan, menyisakan kesedihan bagi seorang istri dan anak yang masih dalam kandungan. Cukuplah Allah sebagai penolong kita, hasbunallahu wa ni’mal wakil.

Anak-anak Yatim Suriah Berkeluh-kesah kepada Allah

Nabi kita yang mulia telah bersabda:

أنا و كافل اليتيم له أو لغيره في الجنة ، و الساعي على الأرملة و المسكين ، كالمجاهد في سبيل الله . صحيح الجامع – الصفحة أو الرقم: 1476

Yang artinya: “Aku dan penyantun anak yatim, baik itu anaknya (keluarga) atau anak orang lain ada di surga, seorang yang berusaha (membantu) janda dan orang miskin seperti orang yang berjihad fi sabillah.” (Shohih al-Jami’ 1476)

Anak Yatim Suriah

Anak Yatim Suriah

Sesuatu yang membuat kita semua bersedih adalah banyaknya anak-anak Suriah yang menjadi anak yatim, baik ayahnya menjadi korban kekejaman tentara syiah basyar Asad atau terbunuh di medan jihad, apalagi keadaan ekonomi Suriah yang betul-betul hancur total, harga barang melambung tinggi, banyaknya pengungsi, rasa aman yang telah hilang, kekejaman tentara syiah Basyar Asad yang luar biasa.

Anak Suriah bermain di puing tembok

Anak Suriah bermain di puing tembok

 

Ini semua telah menjadikan rakyat Suriah semakin terpuruk, tanpa harapan. Masa depan yang tidak jelas. Semua ini menghantui sebagian besar masyarakat awam Suriah, anak-anak tanpa orang tua, wanita ditinggal mati suami, orang tua kehilangan anak dan masih banyak persoalan yang menyisakan rasa prihatin dan kesedihan.

Anak Yatim Suriah

Anak Yatim Suriah

 

Atas dasar inilah tim kemanusiaan Peduli Muslim, Yufid TV dan Radio/TV Rodja ikut berperan aktif meringankan sedikit beban saudara-saudara kita di Suriah, tepatnya di daerah Idlib, dengan menyantuni anak-anak yatim, janda dan keluarga syuhada (insya Allah) yang jumlahnya sekitar seratus orang, walaupun kalau kita lihat skala penderitaan mereka sangatlah besar dan luas. Insya Allah yang sedikit ini-pun juga bernilai di sisi Allah, apalagi di akhir-akhir bulan yang muliai ini.

Anak Yatim Suriah

Anak Yatim Suriah

Semoga Allah menjadikan semua ini di timbangan kebaikan para muhsinin dan orang-orang yang terlibat dalam program yang mulia ini. Allahumma Amiin.

Catatan Relawan Suriah: Orang Kuat adalah Orang yang Siap Menerima Perubahan

Jum’at 27/07/2013

Suara dentuman silih berganti bersusul susulan lima menit sekali sejak tadi malam. Akan tetapi hal tersebut tidaklah sedikitpun menciutkan nyali kami para rombongan untuk membantu warga suriah walau sekedar meringankan sedikit saja beban mereka atas bencana kemanusiaan yang terjadi di negeri mereka.

Bangunan Suriah yang Rusak Parah Akibat Bom

Dengan kerusakan yang sedemikian parah akibat bombardir pasukan pemerintah Basyar Asad, kira kira apakah ada yg bisa selamat dari ini?

Mulai tadi malam kami menginap di rumah penduduk lokal yang insya Allah juga akan membantu kami dalam menyebarkan bahan makanan untuk warga Idlib dan sekitarnya.

Bantuan untuk Rakyat Suriah

Di antara isi bantuan untuk rakyat Suriah dari donatur Yufid dan Peduli Muslim

Untuk hari ini kami sedang berusaha untuk mengumpulkan berbagai informasi yang bermanfaat untuk pemberitaan tentang apa sebenarnya yang terjadi di Suriah ini. Banyak yang berpendapat bahwa ini hanyalah perang sipil antara pemberontak dan pemerintah. Tidak sedikit pula yang menyatakan ini adalah konflik sektarian antara Islam Sunni dan Syiah. Dan sampai detik ini kami berani menyatakan bahwa ini bukanlah konflik antara sesama muslim. Karena pada hakikatnya Syiah yang ada di suriah (yaitu nusyairiyah/alawi) bukanlah bagian dari Islam berdasar berbagai macam fatwa yang dikeluarkan oleh ulama-ulama baik dalam negeri maupun luar negeri.

anak-anak suriah

The Children of War, Syria. Apakah anak-anak ini harus menanggung penderitaan akibat ulah pemerintahnya?

Pada malam itu, selepas shalat tarawih berjamaah, terjadi pembicaraan antara para pemuda (Suriah, Palestina dan Mesir) terkait tentang revolusi yang terjadi di Suriah. Ada seorang pemuda Suriah mengatakan bahwa pemberontakan yang terjadi dipelopori para pemuda yang telah jengah terhadap gaya pemerintahan Basyar Asad. Ia bercerita bahwa di Suriah banyak diantara para pemuda yang ditangkap hanya karena berusaha mengamalkan sunnah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ataupun sekedar menjalankan shalat 5 waktu di masjid. Jika pemerintah mengetahui ada salah seorang pemuda yang sering menghadiri shalat jamaah, maka ia akan ditangkap dan dipenjara tanpa ada alasan yang jelas dan tanpa ada kejelasan kapan selesai masa tahanannya. Bahkan tidak jarang tentara pemerintah menangkap pemuda yang kedapatan menghadiri shalat subuh di masjid. Walhasil, masjid yang ada di suriah diisi oleh kaum tua saja.

Pintu rumah penduduk Idlib yang rusak akibat terjangan konkur tentara rezim Basyar Asad.

Pintu rumah penduduk Idlib yang rusak akibat terjangan konkur tentara rezim Basyar Asad.

Akan tetapi ada sedikit kekecewaan yang didapati oleh para pemuda tersebut. Mereka kecewa kenapa ketika revolusi terjadi, baru para ulama berlomba lomba untuk menasehati mereka, mengajarkan mereka tentang shalat, fiqh jihad, ibadah kepada Allah, yang harus mereka kuasai kurang dari 1 bulan. Padahal ilmu tersebut tidaklah mungkin dikuasai dalam waktu yang sesingkat itu. Mereka bertanya-tanya kenapa baru sekarang para ulama itu mengajak mereka? Kenapa hal tersebut tidak terjadi sebelum revolusi?

Pemukimam Penduduk Suriah yang Terkena Bom

Pemukiman penduduk yang dibom oleh tentara rezim pemerintah syi’ah Basyar Asad

Kamipun tidak mengetahui apa jawabannya. Akan tetapi ketika kami bersama dengan para pemuda ini, kami menjumpai banyak dari mereka yang berusaha dan berlomba lomba untuk memahami agamanya walau dalam kondisi perang seperti sekarang. Setiap minggunya tidak kurang dari 6 pelajaran agama yang mereka dapatkan. Mulai dari aqidah islamiyah asshohihah seperti kitab tauhid karya syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, fiqh jihad, pelajaran tentang ikhlas dan bahaya riya’ dan lain lain.

Memang diantara mereka muncul sikap yang bermacam-macam terkait revolusi yang terjadi di Suriah ini. Akan tetapi hikmah yang bisa kita ambil adalah, banyak diantara pemuda ini yang semangat untuk mengenal dan memahami serta berpegang teguh terhadap agamannya. Dan kami hanya bisa menanggapi bahwa “inilah perubahan… Kaum muda sendirilah yang menuntut perubahan secara cepat… Oleh karena itu terimalah konsekuensi terhadap perubahan itu… Orang yang kuat adalah orang yang siap menerima perubahan.”

Allahu a’lam.