Catatan Relawan Kemanusiaan Suriah: Kisah Ummu Iyad

Sebut saja ummu ‘Iyad, seorang ibu yang memiliki tujuh orang anak, lima anak laki-laki dan dua anak perempuan. Beliau termasuk diantara kaum muslimin Suriah yang mendapatkan bantuan kemanusiaan dari Peduli Muslim dan Yufid. Dua diantara putranya meninggal akibat kekejaman tentara Basyar Asad sekitar 2 pekan yang lalu. Terkena ledakan bom yang ditembakkan oleh tentara syiah Basyar Asad, langsung meninggal di tempat, termasuk salah satu diantara putranya yang bernama Iyad, yang baru menikah empat bulan yang lalu, meninggalkan istrinya yang sedang hamil.

Ummu Iyad, Korban Kebiadan Rezim Bashar Ashad

Ummu Iyad, Korban Kebiadan Rezim Bashar Ashad

Kisah yang sungguh memilukan, menyisakan kesedihan bagi seorang istri dan anak yang masih dalam kandungan. Cukuplah Allah sebagai penolong kita, hasbunallahu wa ni’mal wakil.

Anak-anak Yatim Suriah Berkeluh-kesah kepada Allah

Nabi kita yang mulia telah bersabda:

أنا و كافل اليتيم له أو لغيره في الجنة ، و الساعي على الأرملة و المسكين ، كالمجاهد في سبيل الله . صحيح الجامع – الصفحة أو الرقم: 1476

Yang artinya: “Aku dan penyantun anak yatim, baik itu anaknya (keluarga) atau anak orang lain ada di surga, seorang yang berusaha (membantu) janda dan orang miskin seperti orang yang berjihad fi sabillah.” (Shohih al-Jami’ 1476)

Anak Yatim Suriah

Anak Yatim Suriah

Sesuatu yang membuat kita semua bersedih adalah banyaknya anak-anak Suriah yang menjadi anak yatim, baik ayahnya menjadi korban kekejaman tentara syiah basyar Asad atau terbunuh di medan jihad, apalagi keadaan ekonomi Suriah yang betul-betul hancur total, harga barang melambung tinggi, banyaknya pengungsi, rasa aman yang telah hilang, kekejaman tentara syiah Basyar Asad yang luar biasa.

Anak Suriah bermain di puing tembok

Anak Suriah bermain di puing tembok

 

Ini semua telah menjadikan rakyat Suriah semakin terpuruk, tanpa harapan. Masa depan yang tidak jelas. Semua ini menghantui sebagian besar masyarakat awam Suriah, anak-anak tanpa orang tua, wanita ditinggal mati suami, orang tua kehilangan anak dan masih banyak persoalan yang menyisakan rasa prihatin dan kesedihan.

Anak Yatim Suriah

Anak Yatim Suriah

 

Atas dasar inilah tim kemanusiaan Peduli Muslim, Yufid TV dan Radio/TV Rodja ikut berperan aktif meringankan sedikit beban saudara-saudara kita di Suriah, tepatnya di daerah Idlib, dengan menyantuni anak-anak yatim, janda dan keluarga syuhada (insya Allah) yang jumlahnya sekitar seratus orang, walaupun kalau kita lihat skala penderitaan mereka sangatlah besar dan luas. Insya Allah yang sedikit ini-pun juga bernilai di sisi Allah, apalagi di akhir-akhir bulan yang muliai ini.

Anak Yatim Suriah

Anak Yatim Suriah

Semoga Allah menjadikan semua ini di timbangan kebaikan para muhsinin dan orang-orang yang terlibat dalam program yang mulia ini. Allahumma Amiin.

Catatan Relawan Suriah: Orang Kuat adalah Orang yang Siap Menerima Perubahan

Jum’at 27/07/2013

Suara dentuman silih berganti bersusul susulan lima menit sekali sejak tadi malam. Akan tetapi hal tersebut tidaklah sedikitpun menciutkan nyali kami para rombongan untuk membantu warga suriah walau sekedar meringankan sedikit saja beban mereka atas bencana kemanusiaan yang terjadi di negeri mereka.

Bangunan Suriah yang Rusak Parah Akibat Bom

Dengan kerusakan yang sedemikian parah akibat bombardir pasukan pemerintah Basyar Asad, kira kira apakah ada yg bisa selamat dari ini?

Mulai tadi malam kami menginap di rumah penduduk lokal yang insya Allah juga akan membantu kami dalam menyebarkan bahan makanan untuk warga Idlib dan sekitarnya.

Bantuan untuk Rakyat Suriah

Di antara isi bantuan untuk rakyat Suriah dari donatur Yufid dan Peduli Muslim

Untuk hari ini kami sedang berusaha untuk mengumpulkan berbagai informasi yang bermanfaat untuk pemberitaan tentang apa sebenarnya yang terjadi di Suriah ini. Banyak yang berpendapat bahwa ini hanyalah perang sipil antara pemberontak dan pemerintah. Tidak sedikit pula yang menyatakan ini adalah konflik sektarian antara Islam Sunni dan Syiah. Dan sampai detik ini kami berani menyatakan bahwa ini bukanlah konflik antara sesama muslim. Karena pada hakikatnya Syiah yang ada di suriah (yaitu nusyairiyah/alawi) bukanlah bagian dari Islam berdasar berbagai macam fatwa yang dikeluarkan oleh ulama-ulama baik dalam negeri maupun luar negeri.

anak-anak suriah

The Children of War, Syria. Apakah anak-anak ini harus menanggung penderitaan akibat ulah pemerintahnya?

Pada malam itu, selepas shalat tarawih berjamaah, terjadi pembicaraan antara para pemuda (Suriah, Palestina dan Mesir) terkait tentang revolusi yang terjadi di Suriah. Ada seorang pemuda Suriah mengatakan bahwa pemberontakan yang terjadi dipelopori para pemuda yang telah jengah terhadap gaya pemerintahan Basyar Asad. Ia bercerita bahwa di Suriah banyak diantara para pemuda yang ditangkap hanya karena berusaha mengamalkan sunnah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ataupun sekedar menjalankan shalat 5 waktu di masjid. Jika pemerintah mengetahui ada salah seorang pemuda yang sering menghadiri shalat jamaah, maka ia akan ditangkap dan dipenjara tanpa ada alasan yang jelas dan tanpa ada kejelasan kapan selesai masa tahanannya. Bahkan tidak jarang tentara pemerintah menangkap pemuda yang kedapatan menghadiri shalat subuh di masjid. Walhasil, masjid yang ada di suriah diisi oleh kaum tua saja.

Pintu rumah penduduk Idlib yang rusak akibat terjangan konkur tentara rezim Basyar Asad.

Pintu rumah penduduk Idlib yang rusak akibat terjangan konkur tentara rezim Basyar Asad.

Akan tetapi ada sedikit kekecewaan yang didapati oleh para pemuda tersebut. Mereka kecewa kenapa ketika revolusi terjadi, baru para ulama berlomba lomba untuk menasehati mereka, mengajarkan mereka tentang shalat, fiqh jihad, ibadah kepada Allah, yang harus mereka kuasai kurang dari 1 bulan. Padahal ilmu tersebut tidaklah mungkin dikuasai dalam waktu yang sesingkat itu. Mereka bertanya-tanya kenapa baru sekarang para ulama itu mengajak mereka? Kenapa hal tersebut tidak terjadi sebelum revolusi?

Pemukimam Penduduk Suriah yang Terkena Bom

Pemukiman penduduk yang dibom oleh tentara rezim pemerintah syi’ah Basyar Asad

Kamipun tidak mengetahui apa jawabannya. Akan tetapi ketika kami bersama dengan para pemuda ini, kami menjumpai banyak dari mereka yang berusaha dan berlomba lomba untuk memahami agamanya walau dalam kondisi perang seperti sekarang. Setiap minggunya tidak kurang dari 6 pelajaran agama yang mereka dapatkan. Mulai dari aqidah islamiyah asshohihah seperti kitab tauhid karya syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, fiqh jihad, pelajaran tentang ikhlas dan bahaya riya’ dan lain lain.

Memang diantara mereka muncul sikap yang bermacam-macam terkait revolusi yang terjadi di Suriah ini. Akan tetapi hikmah yang bisa kita ambil adalah, banyak diantara pemuda ini yang semangat untuk mengenal dan memahami serta berpegang teguh terhadap agamannya. Dan kami hanya bisa menanggapi bahwa “inilah perubahan… Kaum muda sendirilah yang menuntut perubahan secara cepat… Oleh karena itu terimalah konsekuensi terhadap perubahan itu… Orang yang kuat adalah orang yang siap menerima perubahan.”

Allahu a’lam.

Penyaluran Bantuan untuk Idlib (Catatan Perjalanan Relawan Yufid dan Peduli Muslim)

Kamis 26/07/2013 (Bantuan Idlib II)

Hari ini rombongan memulai perjalanan pada pukul 08.00 pagi waktu Suriah. Tempat pertama yang kami datangi adalah sebuah gudang yang digunakan untuk menampung lebih dari 100 paket bahan makanan yang sudah kami siapkan pada hari sebelumnya. Kami dibantu oleh warga lokal yang senantiasa mengantarkan kami ke berbagai tempat untuk mengalokasikan bantuan.

Bantuan yang kami sebar masih seputar Idlib. Walaupun Idlib termasuk kota kecil, tetapi wilayah sekitar Idlib cukup luas sebagaimana D.I.Yogyakarta yang meliputi Gunung Kidul, Sleman, Bantul dan Kulon Progo. Oleh karena itu penyebaran bantuan kali ini cukup memakan waktu dan diserahkan secara simbolis.

Sembako Bantuan Kemanusiaan untuk Rakyat Suriah

Sembako Bantuan Kemanusiaan untuk Rakyat Suriah

Kebanyakan tempat yang kami kunjungi adalah sekolah sekolah yang menjadi tempat pengungsian bagi warga yang terimbas perang, baik yang rumahnya hancur maupun yang kepala keluarganya meninggal akibat terkena ledakan bom dan lainnya.

Sekolah Menjadi Tempat Pengungsian Rakyat Suriah

Sekolah Menjadi Tempat Pengungsian Rakyat Suriah

 

Bantuan Kemanusiaan untuk Anak Suriah

Bantuan Kemanusiaan untuk Anak Suriah

 

Bantuan Kemanusiaan untuk Anak Yatim dan Janda Suriah

Bantuan Kemanusiaan untuk Anak Yatim dan Janda Suriah

Selesai membagikan bantuan, kamipun pulang menuju tempat persinggahan pada pukul 16.00 waktu setempat. Sambil menunggu berbuka, kami beristirahat di Masyfaa (bilik pengobatan (rumah sakit kecil)) dan mengobrol dengan anak anak muda yang tinggal di sekitar Masyfa tersebut.

Waktu berbukapun tiba dan kami diajak untuk berbuka di rumah anak muda yang tinggal berdekatan dengan Masyfa. Sekali lagi kami mendapatkan penghormatan sebagai tamu oleh orang arab. Kami dapati bahwa orang arab Suriah sungguh sangat luar biasa dalam menjamu tamunya. Walhamdulillah.

Wahai Suriah, Kami Datang!

Catatan Perjalanan Tim Yufid dan Peduli Muslim Pada Misi Kemanusiaan untuk Suriah

#Senin 22/07/2013 Reyhanli (perbatasan Turki dan Suriah)

Rombongan berangkat dari tempat singgah di Reyhanli pukul 12.00 waktu setempat. Perjalanan yang dilalui pun cukup menegangkan, pasalnya jalan yang dilalui merupakan jalan semi ilegal. Rombongan tidak masuk melalui pintu perbatasan resmi melainkan melalui jalan yang biasa dilalui oleh pengungsi Suriah untuk keluar masuk Turki-Suriah yang tidak membutuhkan pemeriksaan paspor dan visa, walaupun tetap dijaga oleh tentara Turki.

Melewati pintu perbatasan Turki-Suriah, rombongan langsung berjumpa dengan masyarakat Suriah yang tinggal di pengungsian. Daerah tersebut disebut dengan daerah Bab Al-Hawa yang beberapa waktu lalu dijatuhi bom oleh tentara rezim Basyar Asad. Ribuan pengungsi tinggal di daerah ini memohon belas kasihan dari luar. Pemandangan yang mengharukan tatkala melihat tenda pengungsian yang keadaannya sungguh memprihatinkan. Anak anak kecil bergerombol memohon belas kasihan dari para mujahidin atau orang yang datang dari Turki ke Suriah sambil mengatakan “Yaa ammi, Lira… Lira…”  yang artinya “Wahai paman, Lira… Lira (mata uang negara suriah).”

Pengungsi Suriah di Camp Bab Al-Hawa

Pengungsi Suriah di Camp Bab Al-Hawa

Tidak berapa lama, Rombongan melanjutkan perjalanan dipandu oleh penduduk asli Suriah, dari Bab Al-Hawa menuju Idlib yang merupakan jalur pegunungan yang keindahan panorama alamnya langka dijumpai di tanah air.

Pemandangan Pegunungan Baab Al Hawa

Pemandangan Pegunungan Baab Al Hawa

Sepanjang perjalanan tidak banyak dijumpai rumah yang hancur. Keadaan masyarakat di sana cukup tenang. Banyak diantara penduduk yang masih beraktifitas secara normal. Tampaknya, daerah ini adalah daerah yang jarang mendapat serangan dari tentara rezim Basyar Asad.

Pintu Gerbang Menuju Idlib

Pintu Gerbang Menuju Idlib

Selama kira-kira satu setengah jam perjalanan rombongan pun tiba di daerah Ma’aaroh sekitar Idlib. Di sana ada Abu Hamzah yang sudah siap dengan barang-barang yang jauh hari sebelumnya telah dipesan oleh rombongan kami melalui telpon sehingga kami pun langsung dapat membagikan bantuan kepada 120 kepala keluarga saat itu juga.

Keadaan di tempat kami membagikan bantuan cukup menyedihkan. Banyak diantara orang-orang yang diberi bantuan adalah janda-janda dan anak-anak kecil yang tidak memiliki kepala keluarga (bapak/suami) lagi karena kebanyakan meninggal akibat keganasan tentara rezim Basyar Asad.

Bantuan Kemanusiaan untuk Janda dan Anak Yatim

Bantuan Kemanusiaan untuk Janda dan Anak Yatim

Pembagian bantuan berjalan lancar dan tidak ada kendala sama sekali sehingga bantuan dapat terbagi dalam waktu satu jam dan diantar langsung ke tempat. Selesai melaksanakan pembagian, rombonganpun melanjutkan perjalanan untuk mencari tempat peristirahatan di daerah Idlib.

Sesampainya di tempat peristirahatan, waktupun menunjukkan pukul 19.50 yang menandakan saat berbuka. Di sini kamipun mendapatkan keramah-tamahan dari warga Suriah yang menjamu kami dengan sangat istimewa. Kami belajar bahwa demikianlah bangsa arab pada umumnya tatkala menjamu tamu. Mereka memuliakan tamu dengan penuh keramahan sesuai dengan apa yang mereka katakan “ahlan wa sahlan”.

#Selasa 23/07/2013 (Ihsim daerah Idlib)

Pukul 03.50 waktu Suriah. Rombongan selesai bersantap sahur bersama dengan menu khas Suriah yaitu roti tsarid ditemani oleh dentuman qonaabil قنابل (jamak dari قمبلة qumbulah[bom]). Sepanjang hari rombongan pun hanya menunggu untuk menanti buka puasa karena terbatasnya akses untuk bepergian sambil menyusun rencana untuk keesokan harinya. Sampai waktu berbuka tiba yaitu pukul 19.50, suara dentuman pun masih tetap terdengar di kota Suriah. Walau demikian, kami tetap merasa aman dan nyaman sembari menyantap hidangan yang tampak lezat karena panjangnya puasa di kota ini. Alhamdulillah, Allah tidak mencabut rasa aman dari diri kami.

Penitipan Bantuan Kemanusiaan Suriah Tahap 1 (17 Juli 2013)

Alhamdulillah, bantuan kemanusiaan untuk kaum muslimin Suriah dari para donatur sudah kami titipkan kepada para relawan kemanusiaan yang insya Allah diberangkatkan pada 20 Juli 2013.

Total bantuan kemanusiaan tahap 1 ini sebesar USD 24.934 (dua puluh empat ribu sembilan ratus tiga puluh empat US Dolar).

Dolar untuk rakyat Suriah.

Dolar untuk rakyat Suriah. Insya Allah sesampai di Suriah akan dibelikan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya.

Bantuan kemanusiaan dari para muhsinin (dermawan) melalui Yufid ini akan digabung dengan bantuan kemanusiaan melalui Radio Rodja, Rodja TV, dan Peduli Muslim.

Kwitansi yang sudah ditandatangani oleh wakil relawan

Kwitansi yang sudah ditandatangani oleh wakil relawan

Penandatanganan kwitansi serah terima bantuan untuk rakyat Suriah

Penandatanganan kwitansi serah terima bantuan untuk rakyat Suriah

 

Kami mengucapkan jazaakumullahu khairan kepada seluruh donatur yang sudah mempercayai kami menyalurkan bantuannya untuk saudara-saudara kita di Suriah.