Catatan Relawan Suriah: Tiada Hari Tanpa Korban

6 Agustus 2013

Sejak beberapa hari ini, tim kami  mendatangi rumah-rumah anak yatim dan keluarga syuhada (insya Allah) untuk meyerahkan bantuan, tetapi beberapa kali gagal mencapai target. Kami berharap setiap harinya bisa mendatangi rumah sekitar 30-40 anak yatim.

Tujuan mendatangi rumah-rumah mereka adalah:

1) Memperhatikan masalah keamanan, karena di kota Jabal Zawiyah termasuk kota yang sering mendapat serangan bom sehingga masyarakat sangat menghindari berkumpulnya orang dalam jumlah banyak untuk menghindari jatuhnya bom di tengah-tengah mereka, karena tentara basyar sama sekali tidak memiliki rasa belas kasihan, sekolahpun mereka serang ketika anak-anak sedang belajar, sehingga sudah dua tahun ini sekolah tutup.

2) Untuk menghormati mereka.

Hari pertama ketika kami mulai bergerak, setelah mendatangi beberapa rumah anak-anak yatim, kami mendatangi salah satu rumah keluarga syahid (insya Allah) tiba-tiba bom jatuh di seberang jalan kami, satu buah bom kemudian diiringi yang kedua dan ketiga, dalam waktu yang tidak lama dan jarak yang cukup dekat, akhirnya pimpinan rombongan, Abu Sofyan Suriy memutuskan untuk kembali ke markaz. Berbahaya jalan-jalan di kota dalam keadaan seperti ini ujar beliau.

Suriah: Tiada Hari Tanpa Korban

Suriah: Tiada Hari Tanpa Korban

Hari berikutnya, kami berangkat ba’da Ashar, beberapa rumah anak-anak yatim telah kami datangi, tiba-tiba datang panggilan dari markaz utama untuk kembali ke markaz. Siaga satu! ada kekhawatiran serangan terhadap markaz, maka kamipun kembali lagi.

Hari ini kami berangkat pagi, sekitar pukul 10 pagi, kami berharap bisa mendatangi rumah-rumah mereka lebih banyak. Baru sekitar lima orang keluarga anak yatim yang kami datangi, rumah pertama anak yatim yang kita datangi terkena bom, tepat di depan rumahnya, empat orang terluka cukup parah, akhirnya kamipun kembali ke markaz.

Korban kebiadaban rezim Basyar Asad

Korban kebiadaban rezim Basyar Asad

Baru saja tiba di markaz, kami mendengar tetangga desa kami, desa Balyun mendapat serangan bom yang sangat dahsyat. Kami datangi desa Balyun dengan segera. Begitu sampai disana, sungguh suatu pemandangan yang sangat memilukan hati dan membuat air mata tak kuasa untuk ditahan. Wallahi ya ikhwah, pemandangan yang sangat menyayat hati, bangunan roboh, hancur berantakan, kaum wanita menangisi keluarga mereka yang menjadi korban, orang-orang masih terus mencari korban diantara reruntuhan bangunan, korban meninggal diletakkan di masjid dalam keadaan tubuh mereka hancur! korban luka-luka terus bertambah, masyarakat terus melaknati Basyar Asad dan tentaranya. Berita terakhir yang kami terima, 25 orang meninggal dan lebih dari 20 orang terluka parah. Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *