Catatan Relawan Suriah: Orang Kuat adalah Orang yang Siap Menerima Perubahan

Jum’at 27/07/2013

Suara dentuman silih berganti bersusul susulan lima menit sekali sejak tadi malam. Akan tetapi hal tersebut tidaklah sedikitpun menciutkan nyali kami para rombongan untuk membantu warga suriah walau sekedar meringankan sedikit saja beban mereka atas bencana kemanusiaan yang terjadi di negeri mereka.

Bangunan Suriah yang Rusak Parah Akibat Bom

Dengan kerusakan yang sedemikian parah akibat bombardir pasukan pemerintah Basyar Asad, kira kira apakah ada yg bisa selamat dari ini?

Mulai tadi malam kami menginap di rumah penduduk lokal yang insya Allah juga akan membantu kami dalam menyebarkan bahan makanan untuk warga Idlib dan sekitarnya.

Bantuan untuk Rakyat Suriah

Di antara isi bantuan untuk rakyat Suriah dari donatur Yufid dan Peduli Muslim

Untuk hari ini kami sedang berusaha untuk mengumpulkan berbagai informasi yang bermanfaat untuk pemberitaan tentang apa sebenarnya yang terjadi di Suriah ini. Banyak yang berpendapat bahwa ini hanyalah perang sipil antara pemberontak dan pemerintah. Tidak sedikit pula yang menyatakan ini adalah konflik sektarian antara Islam Sunni dan Syiah. Dan sampai detik ini kami berani menyatakan bahwa ini bukanlah konflik antara sesama muslim. Karena pada hakikatnya Syiah yang ada di suriah (yaitu nusyairiyah/alawi) bukanlah bagian dari Islam berdasar berbagai macam fatwa yang dikeluarkan oleh ulama-ulama baik dalam negeri maupun luar negeri.

anak-anak suriah

The Children of War, Syria. Apakah anak-anak ini harus menanggung penderitaan akibat ulah pemerintahnya?

Pada malam itu, selepas shalat tarawih berjamaah, terjadi pembicaraan antara para pemuda (Suriah, Palestina dan Mesir) terkait tentang revolusi yang terjadi di Suriah. Ada seorang pemuda Suriah mengatakan bahwa pemberontakan yang terjadi dipelopori para pemuda yang telah jengah terhadap gaya pemerintahan Basyar Asad. Ia bercerita bahwa di Suriah banyak diantara para pemuda yang ditangkap hanya karena berusaha mengamalkan sunnah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ataupun sekedar menjalankan shalat 5 waktu di masjid. Jika pemerintah mengetahui ada salah seorang pemuda yang sering menghadiri shalat jamaah, maka ia akan ditangkap dan dipenjara tanpa ada alasan yang jelas dan tanpa ada kejelasan kapan selesai masa tahanannya. Bahkan tidak jarang tentara pemerintah menangkap pemuda yang kedapatan menghadiri shalat subuh di masjid. Walhasil, masjid yang ada di suriah diisi oleh kaum tua saja.

Pintu rumah penduduk Idlib yang rusak akibat terjangan konkur tentara rezim Basyar Asad.

Pintu rumah penduduk Idlib yang rusak akibat terjangan konkur tentara rezim Basyar Asad.

Akan tetapi ada sedikit kekecewaan yang didapati oleh para pemuda tersebut. Mereka kecewa kenapa ketika revolusi terjadi, baru para ulama berlomba lomba untuk menasehati mereka, mengajarkan mereka tentang shalat, fiqh jihad, ibadah kepada Allah, yang harus mereka kuasai kurang dari 1 bulan. Padahal ilmu tersebut tidaklah mungkin dikuasai dalam waktu yang sesingkat itu. Mereka bertanya-tanya kenapa baru sekarang para ulama itu mengajak mereka? Kenapa hal tersebut tidak terjadi sebelum revolusi?

Pemukimam Penduduk Suriah yang Terkena Bom

Pemukiman penduduk yang dibom oleh tentara rezim pemerintah syi’ah Basyar Asad

Kamipun tidak mengetahui apa jawabannya. Akan tetapi ketika kami bersama dengan para pemuda ini, kami menjumpai banyak dari mereka yang berusaha dan berlomba lomba untuk memahami agamanya walau dalam kondisi perang seperti sekarang. Setiap minggunya tidak kurang dari 6 pelajaran agama yang mereka dapatkan. Mulai dari aqidah islamiyah asshohihah seperti kitab tauhid karya syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, fiqh jihad, pelajaran tentang ikhlas dan bahaya riya’ dan lain lain.

Memang diantara mereka muncul sikap yang bermacam-macam terkait revolusi yang terjadi di Suriah ini. Akan tetapi hikmah yang bisa kita ambil adalah, banyak diantara pemuda ini yang semangat untuk mengenal dan memahami serta berpegang teguh terhadap agamannya. Dan kami hanya bisa menanggapi bahwa “inilah perubahan… Kaum muda sendirilah yang menuntut perubahan secara cepat… Oleh karena itu terimalah konsekuensi terhadap perubahan itu… Orang yang kuat adalah orang yang siap menerima perubahan.”

Allahu a’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *