Wahai Suriah, Kami Datang!

Catatan Perjalanan Tim Yufid dan Peduli Muslim Pada Misi Kemanusiaan untuk Suriah

#Senin 22/07/2013 Reyhanli (perbatasan Turki dan Suriah)

Rombongan berangkat dari tempat singgah di Reyhanli pukul 12.00 waktu setempat. Perjalanan yang dilalui pun cukup menegangkan, pasalnya jalan yang dilalui merupakan jalan semi ilegal. Rombongan tidak masuk melalui pintu perbatasan resmi melainkan melalui jalan yang biasa dilalui oleh pengungsi Suriah untuk keluar masuk Turki-Suriah yang tidak membutuhkan pemeriksaan paspor dan visa, walaupun tetap dijaga oleh tentara Turki.

Melewati pintu perbatasan Turki-Suriah, rombongan langsung berjumpa dengan masyarakat Suriah yang tinggal di pengungsian. Daerah tersebut disebut dengan daerah Bab Al-Hawa yang beberapa waktu lalu dijatuhi bom oleh tentara rezim Basyar Asad. Ribuan pengungsi tinggal di daerah ini memohon belas kasihan dari luar. Pemandangan yang mengharukan tatkala melihat tenda pengungsian yang keadaannya sungguh memprihatinkan. Anak anak kecil bergerombol memohon belas kasihan dari para mujahidin atau orang yang datang dari Turki ke Suriah sambil mengatakan “Yaa ammi, Lira… Lira…”  yang artinya “Wahai paman, Lira… Lira (mata uang negara suriah).”

Pengungsi Suriah di Camp Bab Al-Hawa

Pengungsi Suriah di Camp Bab Al-Hawa

Tidak berapa lama, Rombongan melanjutkan perjalanan dipandu oleh penduduk asli Suriah, dari Bab Al-Hawa menuju Idlib yang merupakan jalur pegunungan yang keindahan panorama alamnya langka dijumpai di tanah air.

Pemandangan Pegunungan Baab Al Hawa

Pemandangan Pegunungan Baab Al Hawa

Sepanjang perjalanan tidak banyak dijumpai rumah yang hancur. Keadaan masyarakat di sana cukup tenang. Banyak diantara penduduk yang masih beraktifitas secara normal. Tampaknya, daerah ini adalah daerah yang jarang mendapat serangan dari tentara rezim Basyar Asad.

Pintu Gerbang Menuju Idlib

Pintu Gerbang Menuju Idlib

Selama kira-kira satu setengah jam perjalanan rombongan pun tiba di daerah Ma’aaroh sekitar Idlib. Di sana ada Abu Hamzah yang sudah siap dengan barang-barang yang jauh hari sebelumnya telah dipesan oleh rombongan kami melalui telpon sehingga kami pun langsung dapat membagikan bantuan kepada 120 kepala keluarga saat itu juga.

Keadaan di tempat kami membagikan bantuan cukup menyedihkan. Banyak diantara orang-orang yang diberi bantuan adalah janda-janda dan anak-anak kecil yang tidak memiliki kepala keluarga (bapak/suami) lagi karena kebanyakan meninggal akibat keganasan tentara rezim Basyar Asad.

Bantuan Kemanusiaan untuk Janda dan Anak Yatim

Bantuan Kemanusiaan untuk Janda dan Anak Yatim

Pembagian bantuan berjalan lancar dan tidak ada kendala sama sekali sehingga bantuan dapat terbagi dalam waktu satu jam dan diantar langsung ke tempat. Selesai melaksanakan pembagian, rombonganpun melanjutkan perjalanan untuk mencari tempat peristirahatan di daerah Idlib.

Sesampainya di tempat peristirahatan, waktupun menunjukkan pukul 19.50 yang menandakan saat berbuka. Di sini kamipun mendapatkan keramah-tamahan dari warga Suriah yang menjamu kami dengan sangat istimewa. Kami belajar bahwa demikianlah bangsa arab pada umumnya tatkala menjamu tamu. Mereka memuliakan tamu dengan penuh keramahan sesuai dengan apa yang mereka katakan “ahlan wa sahlan”.

#Selasa 23/07/2013 (Ihsim daerah Idlib)

Pukul 03.50 waktu Suriah. Rombongan selesai bersantap sahur bersama dengan menu khas Suriah yaitu roti tsarid ditemani oleh dentuman qonaabil قنابل (jamak dari قمبلة qumbulah[bom]). Sepanjang hari rombongan pun hanya menunggu untuk menanti buka puasa karena terbatasnya akses untuk bepergian sambil menyusun rencana untuk keesokan harinya. Sampai waktu berbuka tiba yaitu pukul 19.50, suara dentuman pun masih tetap terdengar di kota Suriah. Walau demikian, kami tetap merasa aman dan nyaman sembari menyantap hidangan yang tampak lezat karena panjangnya puasa di kota ini. Alhamdulillah, Allah tidak mencabut rasa aman dari diri kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *